Bulukumba, Sulawesi Selatan — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar evaluasi sistem sekaligus pendampingan kemandirian digital bagi CV. MACEH Indonesia di Desa Benteng Gantarang, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat tata kelola persediaan barang di lini usaha rempah tersebut melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Program digitalisasi ini dirancang agar pencatatan barang masuk dan keluar menjadi lebih terstruktur, transparan, dan efisien. Dengan beralih dari cara manual ke sistem inventory berbasis web, risiko kekeliruan data dapat ditekan sekaligus mempermudah pemantauan stok secara real-time.
Kegiatan yang dipimpin oleh Ir. Yulita Salim, S.Kom., M.T. ini turut melibatkan dosen UMI lainnya, yakni Ir. Wistiani Astuti, S.Kom., M.T., Dr. Ir. Lilis Nur Hayati, S.Kom., M.Eng., dan Sitti Rahmah Jabir, S.M., M.Sc., MTA. Tak hanya itu, mahasiswa dari Prodi Sistem Informasi (Zaskia Nurfadillah Rachmat) dan Teknik Informatika (Dea Ariyanti) juga diterjunkan langsung untuk mendampingi staf mitra.

Pimpinan CV. MACEH Indonesia, Nadia Napis, S.Sos., menyambut baik pelatihan ini. Bersama jajarannya, ia mempelajari fitur-fitur aplikasi, mulai dari input data hingga pemanfaatan Laporan stok untuk operasional harian komoditas merica dan cengkeh.
Inisiatif ini merupakan wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mendukung transformasi digital sektor UMKM. Melalui pendampingan ini, CV. MACEH Indonesia diharapkan dapat mengambil keputusan bisnis berbasis data yang akurat serta memiliki daya saing yang lebih kuat.