Memasuki perkuliahan awal semester, Fakultas Ilmu Komputer UMI menyelenggarakan kuliah tamu yang pada tanggal 25 dan 26 September 2019, dengan tema Cyber Crime & Forensik Digital serta Sains, Teknologi & Entrepreneurship. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Fakultas Ilmu Komputer dihadiri oleh seluruh mahasiswa baru angkatan 2019, atas dukungan dari beberapa lembaga seperti Pusat Studi Forensika Digital UII, BNN, dan Kepolisian Republik Indonesia. Dengan mengundang pemateri yang pakar dibidangnya, diharapkan kegiatan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan peserta tentang tren perkembangan teknologi saat ini, sehingga para sivitas akademika FIK UMI dapat mempersiapkan keahlian yang dibutuhkan dalam mengimplementasikan teknologi tersebut.

Pada hari pertama tema Cyber Crime & Forensik Digital disampaikan oleh Bapak Yudi Prayudi., S.Si. M.Kom, sebagai pakar Digital Forensic, beliau menjelaskan tentang pentingnya ilmu forensik seiring maraknya kejahatan siber. Keamanan komputer berbeda dengan forensik digital, sehingga dibutuhkan pengetahuan dasar tentang keamanan komputer yang dapat menunjang untuk mempelajari teknologi forensik digital. Kebutuhan akan tenaga ahli forensik digital semakin meningkat, sehingga hal ini menjadi peluang kerja bagi para lulusan ilmu komputer, ujar Kepala Pusat Studi Digital UII Yogyakarta ini. Beliau, tidak hanya memotivasi para peserta untuk meningkatkan keahlian namun kita semua harus lebih bijak dalam mengunggah data atau berbagi informasi pada media sosial.

Pada hari kedua, tema yang diangkat Sains, Teknologi dan Enterpreneurship disampaikan oleh Bapak Ismail Fahmi, Ph.D sebagai pakar media sosial, beliau merupakan direktur PT. Media Kernels Indonesia-Drone Emprit. Beliau membawa materi dengan judul Membaca Indonesia : K-Poppers dan Buzzer Pro Pemerintah, Siapa yang Mereka Bela?, dengan memanfaatkan teknologi Big Data. Sebagai seorang entrepreneur, Pak Ismail Fahmi, memotivasi mahasiswa untuk mempelajari ilmu pengetahuan atau sains agar dapat menciptakan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat. Teknologi Big Data erat kaitannya dengan Data Science, banyaknya data tidak terstruktur yang tersebar di internet, menjadi peluang untuk menganalisis pola yang dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengambil keputusan. Salah satu contoh yang disajikan yaitu pola cuitan pada media Twitter, pola ini dapat memperlihatkan cluster atau kelompok netizen yang meramaikan suatu tagar. Diharapkan para mahasiswa dapat memanfaatkan teknologi Big Data untuk menganalisis persoalan atau masalah di lingkungan sekitar sehingga dapat memberikan solusi nyata bagi masyarakat.